Free Web Hosting | free host | Free Web Space | BlueHost Review
 

Wednesday, 10-Jul-2002

Pasang Iklan Peluang Emas
~ Gosip Cewek Gigi Coak  ~
MENU OGLEX
Who am I
  Klik disini
   
Ketawa Ngakak
Cerita Lucu
  SMS Lucu
Kartun Biasa
Kartun Dewasa
  Teka - Teki
   
About "Love"
  Cerita Cinta
  Puisi Cinta
  Kisah Cinta
   
Oglex Special
  Ring Tone
  Screen Saver
  Midi
Desktop
 
 
Kritik dan Saran

 

Kasihan Si Kerti, ia menjadi bulan-bulanan gosip. Tubuh mahasiswi semester tiga fakultas ekonomi itu semakin ceking. Dulu ia sintal, sekarang layu seperti ranting kering. Dulu ia selincah burung pipit, sekarang ia suka meyendiri, termenung lesu. Kerti tak menyangka kalau menjadi bulan-bulanan gunjingan kawan-kawan dekatnya. 
Ia memang akrab dengan hampir semua kawan cowok. Ia senang saja kalau ditraktir makan, diajak nonton, jalan ke pantai, atau mendaki gunung. Dan gosip pun segera bertebaran: Kerti perempuan murahan, suka gonta-ganti cowok. “Perhatikan saja giginya, kan coak?” komentar kawan-kawannya, tak peduli laki atau prempuan. 
   Memang, ada celah memanjang di antara dua gigi seri bagian atas di rahang Kerti. Ketika kanak-kanak, gigi susunya rapi, coak mulai tampak ketika ia berangkat remaja, sewaktu di SMP, dan semakin jelas saat dia di SMA, lalu menjadi bahan gunjingan begitu ia duduk di bangku kuliah. 

   Di Bali, wanita yang giginya coak suka dituding tak setia. Ia dicap suka menyeleweng. Jika sudah menikah, ia biasanya dituduh suka berselingkuh, gemar mencuri kesempatan kalau pasangannya lagi lengah. Ia sering digunjingkan tukang rebut suami o-rang, doyan mengganggu rumah tangga orang lain. Apalagi jika janda giginya coak, nah, ia akan menjadi bahan gosip paling seru. Laki-laki pun dengan enteng menggodanya, menawarkan janji-janji, meng-ajaknya kencan. Wanita yang giginya coak biasanya digolongkan sebagai perempuan murahan. Karena itu cewek gigi coak acap dinilai punya gairah seksual berlebih, di atas rata-rata. Ia akan diuber laki-laki, diam-diam, atau terang-terangan. 
   Maka, sungguh kasihan Kerti. Tabiatnya yang suka bergaul tanpa pilih-pilih orang itu dituding miring. “Meski aku senang jalan-jalan dengan  banyak cowok, berganti-ganti, pang gondong (sumpah), aku belum pernah melakukan yang begituan, yang dilarang agama,” isaknya mengadu pada kawan dekatnya. Ia mengaku berniat mengisi masa muda semeriah mungkin, karena itu ia dekat de-ngan banyak teman pria, sebelum akhirnya menyerah dalam pelukan laki-laki yang akan memperistrinya. 
  Tapi ia telanjur dikaruniai gigi coak. Kawan-kawan dekat meng-anjurkan agar ia menservis gigi ke dokter saja. Tapi ia bimbang. “Gigi coak begini karunia Hyang Widhi,” ujarnya. “Aku paling tak suka menolak takdir.” 
  Mungkin pada akhirnya ia menyerah, pergi ke dokter gigi, karena tak ingin terus menerus jadi sasaran gosip, yang bisa membuat badannya kering kerontang digerogoti sedih.  
Sungguh kasihan Kerti, gadis lincah manis bergigi coak.
 

sketsa: wage

 

 

 

 

 

Previous
 

 

 

 
© Cophyright Oglex Post 2002
Denpasar - Bali