Free Web Hosting | free host | Free Web Space | BlueHost Review
 

Tuesday, 16-Jul-2002

Pasang Iklan Peluang Emas
~ Obat Gendongan (Gondok) ~
MENU OGLEX
Who am I
  Klik disini
   
Ketawa Ngakak
Cerita Lucu
  SMS Lucu
Kartun Biasa
Kartun Dewasa
  Teka - Teki
   
About "Love"
  Cerita Cinta
  Puisi Cinta
  Kisah Cinta
   
Oglex Special
  Ring Tone
  Screen Saver
  Midi
Desktop
 
 
Kritik dan Saran

Pagi, seperti biasa, sebelum berangkat sekolah, Made Olas menyisir rambut di depan cermin. Ketika bersiul, ia merasakan sesuatu yang aneh bergetar di bawah rahang kanan. Ada rasa nyeri sedikit. Ia mencoba menggelembungkan mulutnya, wah, kok pipi kanan lebih besar. Kedua pipi tak lagi simetris. “Ah, ini cuma perasaanku saja,” kata hatinya menghibur. “Paling besok hilang.”
Tapi keesokan hari ia justru mulai merasa sakit di pipi, tak lagi cuma nyeri. Ketika berkaca, ia kaget, pipi kanan semakin kembung, dan rahang kian membengkak. Rasanya sakit. Wajahnya bengkak seperti tampang kodok. Kelihatannya lucu, tapi sakit. Made Olas segera melapor ke ayahnya.
“Wah, kamu ini gendongan. Setiap orang pasti mengalami dalam hidupnya.”
“Apa bisa hari ini sembuh, Pak?”
“Tak mungkin kalau tidak diobati.”
“Tapi sembuh kan kalau diobati hari ini?”
Ayah menggeleng. “Perlu waktu, dan obatnya pun khusus.”
“Tapi hari ini pasti sembuh kan, Pak? Saya malu pipi bengkak begini. Kawan-kawan mengejek saya sebagai manusia godogan, kayak kodok raksasa.”
Ayah meminta Ibu membuat sesajen. “Untuk apa? Hari ini tak ada rahinan,” tanya Ibu. “Siapkan sajalah!” pinta Ayah. “Nanti kujelaskan.”
Sore hari mereka mengajak Made Olas ke bale banjar. “Lho, kok ke banjar, mestinya kan ke dokter?”
“Diam sajalah kamu,” ujar Ibu ketika tiba di bale banjar.
Ayah membawa sasaji itu dan satu periuk air naik ke bale kulkul. Kentongan itu dibasuh ayah berkali-kali setelah sesaji dihaturkan, disertai doa-doa. Olas dan Ibu menunggu di bawah. Pandangan mereka terus mendongak ke atas, memperhatikan Ayah berkali-kali menampung air basuhan kulkul itu ke periuk lain. Ke air basuhan itu Ayah menaburkan kembang-kembang yang diambilnya dari sesaji.
Di rumah air wangsuh kulkul itu diusap-usapkan ke gendongan Made Olas, berkali-kali. “Ini obat mujarab, biar gendonganmu cepat sembuh,” kata Ayah.
Malam-malam, Made Olas bangun ketika Ayah dan Ibu tidur lelap. Air wangsuh kulkul itu ia ambil segelas, diteguknya langsung. Rasanyua aneh, rasa kayu bercampur asam. “Aku minum sajalah, biar gendonganku cepat engkes,” kata hatinya. “Malu aku kalau terlalu lama diejek sebagai kodok raksasa karena pipiku tembem.”
Tapi keesokan pagi Olas masih melihat pipi kanannya kembung. Ia protes pada Ayah. “Ya sabar dong! Mana ada sakit bisa sembuh secepat kilat.” Tiga hari kemudian baru gendongan Olas sembuh. “Kalau tidak wangsuh kulkul itu mujarab, mungkin sebulan aku jadi godogan raksasa,” katanya mempromosikan kehebatan wangsuh kulkul sebagai obat gendongan kepada kawan-kawannya di sekolah.

Previous

 

 

 

 

 
© Cophyright Oglex Post 2002
Denpasar - Bali